Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Religi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:39 WIB

Kisah Wahyu Pertama Rasulullah di Gua Hira yang Mengubah Peradaban Dunia

Oplus_131072

Oplus_131072

Makkah http://Eksisjambi.com– Sejarah peradaban manusia berubah pada sebuah malam sunyi di Gua Hira, sebuah gua kecil yang terletak di puncak Jabal Nur, sekitar enam kilometer dari Kota Makkah. Di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kehidupan Quraisy itulah, Nabi Muhammad ﷺ menerima wahyu pertama dari Allah SWT, menandai awal risalah kenabian dan turunnya Al-Qur’an.

Malam Sunyi di Gua Hira

Muhammad bin Abdullah ﷺ di kenal sebagai pribadi yang gemar menyendiri sebelum di angkat menjadi Rasul. Bukan untuk menjauh dari manusia, melainkan untuk mencari kebenaran hakiki. Malam-malam panjang beliau habiskan dengan bertafakkur, merenungi langit dan bumi, sekaligus memikirkan kondisi masyarakat Makkah yang saat itu tenggelam dalam penyembahan berhala, ketidakadilan, dan krisis moral.

Gua Hira menjadi saksi bisu perenungan seorang manusia pilihan yang sedang di persiapkan Allah untuk memikul amanah besar bagi seluruh umat manusia.

Datangnya Wahyu yang Tak Terbayangkan

Pada suatu malam di bulan Ramadan, ketika usia Rasulullah ﷺ menginjak 40 tahun, kesunyian Gua Hira tiba-tiba terpecah. Malaikat Jibril عليه السلام hadir membawa wahyu dari langit.

Dalam peristiwa yang mengguncang jiwa itu, Malaikat Jibril memeluk Rasulullah ﷺ dengan kuat, hingga beliau merasakan sesak napas. Lalu terdengarlah perintah pertama dari Allah SWT:

Baca Juga :  Memahami Makna Penyucian Diri, Jalan Menuju Sifat dan Zat Ilahi

“Iqra’!” (Bacalah!)

Dengan penuh kejujuran, Rasulullah ﷺ menjawab:

“Aku tidak bisa membaca.”

Perintah itu terulang hingga akhirnya Malaikat Jibril membacakan firman Allah SWT yang menjadi wahyu pertama:

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.”

(QS. Al-‘Alaq: 1–3)

Gemetar Memikul Amanah Kenabian

Wahyu tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan awal dari beban risalah yang sangat berat. Rasulullah ﷺ keluar dari Gua Hira dengan tubuh gemetar dan hati yang di liputi rasa takut serta takzim.

Sesampainya di rumah, beliau berkata dengan suara bergetar:

“Zammiluni… selimuti aku…”

Khadijah, Peneguh di Saat Genting

Istri beliau, Khadijah رضي الله عنها, menyelimuti Rasulullah ﷺ dan mendengarkan kisah tersebut dengan penuh ketenangan dan cinta. Dengan keyakinan yang teguh, Khadijah berkata:

“Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu.Engkau menyambung silaturahmi,menolong yang lemah, memuliakan tamu, dan membela kebenaran.”

Ucapan Khadijah bukan sekadar penghiburan, melainkan kesaksian iman atas kemuliaan akhlak Rasulullah ﷺ.

Baca Juga :  Ringkasan Ilmu Tauhid Sifat 20, Pondasi Akidah Umat Islam

Penguatan dari Waraqah bin Nawfal

Untuk menenangkan hati Rasulullah ﷺ, Khadijah membawa beliau menemui Waraqah bin Nawfal, seorang alim yang memahami kitab-kitab suci terdahulu. Setelah mendengar kisah wahyu tersebut, Waraqah berkata:

“Itu adalah Namus yang pernah datang kepada Musa.

Seandainya aku masih hidup saat engkau di usir oleh kaummu.”

Rasulullah ﷺ pun terkejut dan bertanya, “Apakah mereka akan mengusirku?”

Waraqah menjawab, “Tidak ada seorang pun yang membawa kebenaran seperti ini kecuali akan di musuhi.”

Awal Jalan Dakwah dan Cahaya Ilmu

Sejak malam itu, dunia tak lagi sama. Gua kecil di Jabal Nur menjadi gerbang lahirnya risalah terbesar dalam sejarah manusia. Menariknya, wahyu pertama tidak berbicara tentang perang atau hukum, melainkan tentang membaca, ilmu, dan kesadaran.

Dari satu perintah sederhana – Iqra’ – Allah SWT membangunkan peradaban yang berlandaskan ilmu dan keimanan.

Kenabian tidak hadir dengan kemewahan dan sorak sorai, tetapi melalui kesendirian, ketakutan, dan tanggung jawab besar. Dari seorang manusia yang berkata, “Aku tidak bisa membaca,” lahirlah umat yang kelak membawa cahaya ilmu dan petunjuk ke seluruh penjuru dunia.**

Share :

Baca Juga

Malam Nisfu Syaaban

Daerah

Malam Nisfu Syaaban, Momentum Tingkatkan Iman dan Persiapan Menuju Ramadan
Jalan Tol Trans Sumatera

Daerah

Rakor Percepatan JTTS Rengat–Pekanbaru Bahas Isu Strategis Pengadaan Lahan

Daerah

Cara Cek Status Penerima PIP 2026 Secara Online, Cukup Siapkan NISN dan NIK

Bangko

Selamatkan Geopark Merangin, Pemkab Merangin Laksanakan Rakor Sapu Bersih PETI di Kawasan Geopark Digelar

Advertorial

Wabup Tanjab Barat Safari Ramadan Di Mesjid Tanmiyatul Iman Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Betara

Advertorial

Breaking News…!! Gerindra Final Usung Dilla Hich – MT
Kode Redeem MLBB saat ini

Daerah

Update Kode Redeem MLBB Terbaru 20 Februari 2026, Segera Klaim

Advertorial

Wagub Sani Ajak ICMI Jambi Bersinergi Wujudkan Jambi Mantap