Home / Daerah / Nasional / News / Provinsi Jambi

Kamis, 9 April 2026 - 12:39 WIB

Gubernur Al Haris Tekankan Penguatan UMKM sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi di Jambi 

Jambi Business Matching Forum 2026,

Jambi Business Matching Forum 2026,

Jambi,http://Eksisjambi.com  –  Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan pentingnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama ketahanan ekonomi daerah saat membuka secara resmi Jambi Business Matching Forum 2026. Kegiatan yang di gelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi bersama Rumah BUMN Jambi ini berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (09/04/2026).

Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta mitra usaha lainnya, guna memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada BUMN yang selama ini aktif menjadi pembina dan pendamping UMKM di Provinsi Jambi. Ia menilai peran tersebut sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Menurutnya, UMKM tidak akan mampu berkembang optimal tanpa dukungan terstruktur, mulai dari akses permodalan, manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar. Oleh karena itu, keberadaan BUMN sebagai “bapak asuh” dinilai sangat strategis dalam mendorong UMKM naik kelas.

“UMKM kita ini luar biasa potensinya. Mereka menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi dari bawah. Namun, banyak yang masih membutuhkan pendampingan. Di sinilah pentingnya peran BUMN dan pemerintah,” ujar Al Haris.

Ia juga menyoroti dinamika ekonomi global dan nasional yang berdampak pada kondisi ekonomi daerah. Meski pertumbuhan ekonomi Jambi masih positif, ia mengakui adanya perlambatan akibat efisiensi anggaran dan perubahan kebijakan fiskal yang memengaruhi daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Percepat Realisasi Manfaat Ekonomi Sektor Migas, Gubernur Al Haris Tunjuk PT. Paleopetro Hitung Hak Kelola PI 10 Persen

“Kita bersyukur ekonomi Jambi masih tumbuh. Namun, perputaran uang di daerah tidak sebesar sebelumnya. Karena itu, sektor riil harus diperkuat, dan UMKM menjadi penopang utama,” tegasnya.

Gubernur turut mendorong peningkatan kualitas produk UMKM, baik dari segi kemasan, standar produksi, hingga legalitas usaha. Ia berharap produk lokal Jambi tidak hanya berjaya di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penggunaan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pelaku usaha lokal. Menurutnya, keberanian untuk menggunakan produk sendiri akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

“Kita harus bangga dengan produk Jambi. Jika bukan kita yang mendukung, siapa lagi? Ketika BUMN, hotel, dan restoran memberi ruang bagi produk lokal, maka ekonomi masyarakat akan ikut bergerak,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan, seperti bantuan sarana usaha dan akses pembiayaan, guna memperkuat ketahanan UMKM terhadap gejolak ekonomi.

Ia juga menekankan agar hasil forum tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diwujudkan dalam kerja sama konkret yang berkelanjutan.

“Saya berharap MoU yang ditandatangani benar-benar ditindaklanjuti. Harus ada realisasi pembelian, distribusi produk, dan kesinambungan kerja sama,” ujarnya.

Baca Juga :  Dandim 0417/Kerinci Bersama Dinas PUPR Tinjau Tanah Longsor di Desa Pungut Tengah

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk menyinergikan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM secara terstruktur.

Ia menyebutkan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah, sehingga diperlukan kolaborasi antara BUMN sebagai entitas pengadaan, sektor perhotelan dan restoran sebagai pengguna, serta UMKM sebagai produsen lokal.

“Kegiatan ini difokuskan pada interaksi bisnis konkret, mulai dari kurasi produk hingga penjajakan kerja sama langsung,” jelasnya.

CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, menambahkan bahwa forum ini diikuti oleh 29 UMKM unggulan yang terdiri dari binaan Rumah BUMN, Dinas Perindag, dan BUMN lainnya. Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, business matching, penandatanganan kerja sama, serta pameran produk.

Sebagai wujud nyata sinergi, forum ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara BUMN dan pelaku UMKM. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari energi, perbankan, hingga jasa telekomunikasi.

Penandatanganan ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok lokal, serta meningkatkan penyerapan produk UMKM dalam ekosistem pengadaan BUMN dan sektor jasa.

Melalui Jambi Business Matching Forum 2026, Pemerintah Provinsi Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendorong penggunaan produk lokal, serta memastikan UMKM tumbuh sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan ekonomi Jambi yang tangguh dan berkelanjutan.**

Share :

Baca Juga

Kerinci

Tutup Masa Kampanye Dengan Optimisme, Monadi Minta Pendukung Istiqomah Raih Kemenangan
Mustika Delima Nunggal

Daerah

Mustika Delima Nunggal, Antara Kepercayaan Spiritual dan Nilai Budaya di Tengah Masyarakat
Banjir Bandang di Padang Laweh

Daerah

Banjir Bandang Terjang Jorong Tanjung Sawah Malalo Sumatra Barat 
H. Abdullah Sani

Daerah

Wagub Sani Kukuhkan Pengurus FPRB Provinsi Jambi

Kota Sungai Penuh

Pemkot Sungai Penuh Bersama Forkopimda Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih
DPR dukung larangan vape, vape narkoba, BNN temukan zat terlarang vape, RUU narkotika 2026

News

DPR Dukung Usulan Pelarangan Vape, Dinilai Rawan Disalahgunakan untuk Narkoba
Pembangunan Daerah Provinsi Jambi

Advertorial

Pertumbuhan, Transformasi, dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah
Ancaman Siber

Daerah

BSSN Keluarkan Imbauan Waspada Kerentanan Keamanan Aplikasi Digital