Jerez Spanyol,http://Eksisjambi.com – Penampilan awal Veda Ega Pratama pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Jerez 2026 belum sesuai harapan. Pembalap muda Indonesia itu harus mengakhiri sesi di posisi ke-24, sebuah hasil yang mencerminkan ketatnya persaingan di kelas Moto3 saat ini.
Sejak awal sesi, Veda sebenarnya menunjukkan potensi yang cukup menjanjikan. Namun, kondisi lintasan dan kebutuhan adaptasi terhadap karakter sirkuit membuatnya belum mampu menembus barisan depan.
Sirkuit Circuito de Jerez – Ángel Nieto dikenal sebagai trek teknikal dengan kombinasi tikungan cepat dan perubahan arah yang menuntut presisi tinggi. Faktor ini kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama pada sesi awal ketika para pembalap masih mencari setelan motor terbaik.
Di kelas Moto3, selisih waktu antar pembalap biasanya sangat tipis. Perbedaan sepersekian detik saja dapat mengubah posisi secara signifikan. Hal ini membuka peluang bagi Veda untuk memperbaiki catatan waktunya pada sesi berikutnya.
Meski berada di posisi ke-24, peluang belum tertutup. Justru hasil ini menjadi bagian dari proses penting dalam memahami karakter motor dan lintasan. Sesi practice lanjutan hingga kualifikasi masih akan menjadi penentu utama dalam menentukan posisi start.
Tim dan pembalap diperkirakan akan memanfaatkan waktu jeda untuk melakukan evaluasi, terutama dalam hal setup dan konsistensi lap time. Dengan peningkatan performa, bukan tidak mungkin Veda mampu melonjak ke posisi yang lebih kompetitif.
Dukungan publik juga menjadi faktor penting dalam perjalanan seorang pembalap muda. Fase sulit seperti ini merupakan bagian dari proses pembentukan mental dan pengalaman di level balap dunia.
Perjalanan masih panjang di akhir pekan balapan ini. Semua mata kini tertuju pada bagaimana Veda Ega Pratama memanfaatkan peluang di sesi berikutnya untuk bangkit dan menunjukkan performa terbaiknya.**







