Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:19 WIB

Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026 Senilai Rp26,34 Triliun

Jakarta, http://Eksisjambi.com –  Pemerintah melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto mengenai peluncuran Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Paket stimulus dengan total nilai Rp26,34 triliun tersebut dirancang untuk memperkuat konsumsi masyarakat, menjaga daya saing dunia usaha, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memberikan perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Dorong Konsumsi Masyarakat dan Daya Saing Dunia Usaha

Pada pilar konsumsi dan dunia usaha, pemerintah menghadirkan sejumlah insentif guna mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Salah satu kebijakan yang diberikan adalah insentif Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung ekosistem industri kreatif dan literasi nasional.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai stimulus di sektor transportasi, termasuk diskon tarif transportasi selama periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pemerintah juga menanggung Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga tiket yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Pertamina Peringkat Ketiga Fortune Southeast Asia 500 2026, Tertinggi di Indonesia

Untuk mendukung sektor industri, pemerintah menetapkan Bea Masuk 0 persen bagi impor LPG untuk industri petrokimia dan bahan baku plastik. Kebijakan ini bertujuan menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Pemerintah juga melanjutkan kebijakan Bea Masuk 0 persen untuk impor suku cadang pesawat, guna mendukung efisiensi biaya operasional sektor penerbangan nasional.

Perkuat Ketenagakerjaan dan Kelas Menengah

Dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperkuat kelas menengah, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional.

Program tersebut ditujukan bagi 150 ribu lulusan perguruan tinggi agar memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, pemerintah juga menganggarkan Rp2,12 triliun untuk program vokasi yang menyasar 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh pelatihan dan peningkatan kompetensi agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Baca Juga :  Wako Alfin Hadiri Kenduri Sko Di Siulak Mukai

Bantuan Sosial dan Stabilisasi Harga Pangan

Pada pilar perlindungan sosial, pemerintah mengalokasikan Rp17,54 triliun untuk penyaluran bantuan beras kepada masyarakat.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk 10 kilogram beras per bulan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di sektor pangan, pemerintah juga menyiapkan bantuan stabilisasi harga kedelai hingga Rp2.000 per kilogram bagi para pengrajin tahu dan tempe. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha pelaku UMKM serta menjaga stabilitas harga produk pangan berbasis kedelai di pasar.

Jaga Pertumbuhan Ekonomi Tetap Inklusif

Melalui delapan kebijakan strategis yang tergabung dalam Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026, pemerintah berharap dapat menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, memperkuat sektor produktif, serta meningkatkan ketahanan ekonomi nasional menghadapi berbagai tantangan global.

Pemerintah optimistis paket stimulus tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap kuat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.**

Share :

Baca Juga

Retret Wartawan

Daerah

Hari Kedua Retret PWI Ditutup Pembekalan Kemenkop dan BNPB

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gelar Musrenbang, Bahas RPJMD 2021 – 2026
kode redeem free fire,

Daerah

Daftar Kode Redeem Free Fire Terbaru 23 Maret 2025, Klaim Hadiah 

Hukum

Kejagung Segera Tahan Silfester Matutina Terkait Fitnah Jusuf Kalla
Ditpolairud Polda Jambi

Daerah

Personel Ditpolairud Polda Jambi Salurkan Bantuan Bantu Warga Terisolir di Agam Sumbar 
Full Snow Moon 2026

Daerah

Full Snow Moon Hiasi Langit Malam 1 Februari 2026

Advertorial

Bupati Tanjab Timur Jamin Gas Subsidi 3 Kg Aman Selama Ramadhan

Bangko

M. Sanin Pj Kades Muara Jernih Tutup Usia