Bogor, http://Eksisjambi.com– Hari kedua kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang di selenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia resmi di tutup dengan sesi pembekalan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kegiatan ini berlangsung di Pusat Kompetensi Bela Negara, Bogor, Jumat (30/1).
Pembekalan tersebut menghadirkan perspektif strategis mengenai penguatan ekonomi kerakyatan serta pentingnya komunikasi kebencanaan yang efektif, khususnya dalam peran pers sebagai mitra negara dan masyarakat.
Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM, Henny Navilah, dalam paparannya menegaskan bahwa koperasi merupakan pilar utama demokrasi ekonomi Indonesia yang berlandaskan prinsip gotong royong. Menurutnya, koperasi sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menekankan asas kekeluargaan dalam sistem perekonomian nasional.
“Koperasi bukan hanya entitas ekonomi, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat yang mencerminkan nilai kebersamaan dan keadilan sosial,” ujar Henny. Ia menambahkan, peran media sangat penting dalam mengedukasi publik terkait manfaat dan penguatan koperasi sebagai solusi ekonomi berkelanjutan.
Sementara itu, Pranata Humas Ahli Madya Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menyoroti peran strategis pers dalam komunikasi risiko bencana.
Dan Ia menekankan bahwa pemberitaan yang akurat, berimbang, dan menenangkan sangat di butuhkan untuk mencegah kepanikan publik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana.
“Wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang benar, membangun kepercayaan publik, serta mendorong kesiapsiagaan masyarakat,” kata Dodi.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Koperasi dan UKM, BNPB, serta PWI, kegiatan ini di harapkan dapat memperkuat kapasitas wartawan sebagai mitra strategis negara.
Tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam melayani dan melindungi masyarakat melalui pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan bertanggung jawab.**







