Yogyakarta,http://Eksisjambi.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan. Pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 19.20 WIB, terjadi awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur mencapai sekitar 2.000 meter.
Peristiwa tersebut terpantau mengarah ke sektor barat melalui aliran Kali Sat/Putih. Berdasarkan data pengamatan petugas, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo maksimum 68,37 mm dengan durasi sekitar 146,36 detik.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat di minta untuk tidak melakukan aktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak bahaya erupsi, terutama di sekitar alur sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Pihak berwenang juga mengimbau warga agar tetap tenang namun waspada, serta terus memantau perkembangan informasi resmi dari instansi terkait guna mengantisipasi potensi aktivitas lanjutan.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang berada di wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Aktivitas guguran lava maupun awan panas masih berpotensi terjadi selama status Siaga di berlakukan.
Video kejadian awan panas guguran tersebut turut beredar luas di media sosial melalui unggahan akun @badan.geologi dan menjadi perhatian masyarakat.**







