Jakarta, Eksisjambi.com – Pergerakan harga kopi internasional pada Kamis, 29 Oktober 2026, kembali mengalami pelemahan. Harga kopi jenis Arabika di bursa ICE US tercatat turun cukup signifikan, sementara kopi Robusta di ICE EU juga bergerak melemah di bandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan pasar, harga kontrak kopi Arabika (ICE US) berada di level 286,75 sen per pon (¢/lb). Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 7,00 poin atau melemah 2,38 persen.
Jika di konversikan, harga Arabika dunia tersebut setara dengan sekitar US$ 6,32 per kilogram atau berkisar Rp115.000 per kilogram dengan asumsi nilai tukar saat ini.
Sementara itu, harga kopi Robusta (ICE EU) tercatat berada pada posisi US$3,199 per kilogram. Harga ini mengalami koreksi sebesar 21 poin atau turun 0,65 persen, dengan nilai setara sekitar Rp58.200 per kilogram.
Tekanan Harga Masih Membayangi Pasar Kopi Global
Pelemahan harga kopi internasional menunjukkan bahwa pasar masih menghadapi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan komoditas tersebut. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan produksi, permintaan global, kondisi cuaca di negara-negara produsen utama, serta pergerakan nilai tukar mata uang.
Arabika yang memiliki nilai jual lebih tinggi di bandingkan Robusta masih berada dalam tekanan setelah sebelumnya mengalami fluktuasi akibat perubahan ekspektasi pasokan dan permintaan dunia.
Di sisi lain, Robusta juga bergerak turun meski penurunannya relatif lebih terbatas di bandingkan Arabika.
Jenis kopi ini banyak di gunakan untuk kebutuhan industri kopi instan dan campuran (blend) sehingga pergerakannya sangat di pengaruhi oleh kebutuhan industri global.
Dampak bagi Petani Kopi
Turunnya harga kopi internasional menjadi perhatian bagi para pelaku usaha kopi, termasuk petani di daerah penghasil kopi. Harga global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga pembelian kopi di tingkat lokal.
Bagi daerah penghasil kopi seperti Kerinci, Jambi, pergerakan harga dunia menjadi acuan penting dalam menjaga keseimbangan antara pendapatan petani, biaya produksi, serta keberlanjutan usaha perkebunan kopi.
Meski demikian, harga kopi lokal juga di pengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kualitas biji, kadar air, proses pascapanen, permintaan pasar, hingga rantai distribusi dari petani hingga eksportir.(*)







