Kulon Progo, http://Eksisjambi.com – Pemandian Clereng di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tak hanya di kenal sebagai destinasi wisata alam.
Di kawasan ini juga terdapat jejak petilasan yang di yakini sebagai peninggalan Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa.
Berdasarkan cerita yang di wariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat, Sunan Kalijaga pernah singgah di wilayah Pengasih saat melakukan perjalanan dakwah menyebarkan agama Islam. Saat beristirahat di kawasan Clereng, beliau hendak menunaikan salat Subuh.
Namun, pada waktu itu tidak di temukan sumber mata air di sekitar lokasi untuk berwudu. Konon, Sunan Kalijaga kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah. Setelah tongkat tersebut di cabut, muncullah mata air yang terus mengalir hingga kini.
Mata air tersebut kemudian di manfaatkan oleh masyarakat dan kini telah di bangun menjadi Pemandian Clereng yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Kulon Progo.
Di atas kawasan pemandian tersebut juga terdapat sebuah batu yang di percaya sebagai jejak petilasan Sunan Kalijaga. Batu yang tertanam di dalam tanah itu di yakini masyarakat sebagai tempat Sunan Kalijaga menunaikan salat ketika singgah di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, lokasi petilasan tersebut masih sering di kunjungi oleh wisatawan maupun peziarah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah penyebaran Islam di wilayah Kulon Progo.
Selain menawarkan nilai sejarah dan religi, kawasan Pemandian Clereng juga memiliki suasana yang sejuk dengan lingkungan alami, sehingga menjadi destinasi yang cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus rekreasi alam.
Meski demikian, kisah mengenai munculnya mata air dan batu petilasan Sunan Kalijaga merupakan cerita yang berkembang di tengah masyarakat secara turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi lisan yang terus dilestarikan oleh warga setempat.*







