Home / Daerah / Internasional / Nasional / News / Sosbud

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:30 WIB

Jejak Petilasan Sunan Kalijaga di Atas Pemandian Clereng Kulon Progo,

Oplus_131072

Oplus_131072

Kulon Progo, http://Eksisjambi.com – Pemandian Clereng di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tak hanya di kenal sebagai destinasi wisata alam.

Di kawasan ini juga terdapat jejak petilasan yang di yakini sebagai peninggalan Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Pulau Jawa.

Berdasarkan cerita yang di wariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat, Sunan Kalijaga pernah singgah di wilayah Pengasih saat melakukan perjalanan dakwah menyebarkan agama Islam. Saat beristirahat di kawasan Clereng, beliau hendak menunaikan salat Subuh.

Namun, pada waktu itu tidak di temukan sumber mata air di sekitar lokasi untuk berwudu. Konon, Sunan Kalijaga kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah. Setelah tongkat tersebut di cabut, muncullah mata air yang terus mengalir hingga kini.

Baca Juga :  Wako Ahmadi : Sektor Pertanian Butuh Inovasi, Miliki Komoditas Unggulan.

Mata air tersebut kemudian di manfaatkan oleh masyarakat dan kini telah di bangun menjadi Pemandian Clereng yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Kulon Progo.

Di atas kawasan pemandian tersebut juga terdapat sebuah batu yang di percaya sebagai jejak petilasan Sunan Kalijaga. Batu yang tertanam di dalam tanah itu di yakini masyarakat sebagai tempat Sunan Kalijaga menunaikan salat ketika singgah di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, lokasi petilasan tersebut masih sering di kunjungi oleh wisatawan maupun peziarah yang ingin mengenal lebih dekat sejarah penyebaran Islam di wilayah Kulon Progo.

Baca Juga :  Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Pijar Terpantau

Selain menawarkan nilai sejarah dan religi, kawasan Pemandian Clereng juga memiliki suasana yang sejuk dengan lingkungan alami, sehingga menjadi destinasi yang cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus rekreasi alam.

Meski demikian, kisah mengenai munculnya mata air dan batu petilasan Sunan Kalijaga merupakan cerita yang berkembang di tengah masyarakat secara turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi lisan yang terus dilestarikan oleh warga setempat.*

Share :

Baca Juga

Mencegah Lebih Baik Mengobati

Artikel

Geser Paradigma Dari Mengobati ke Mencegah

Daerah

Kontroversi Stockpile Batubara PT SAS di Jambi, Akademisi Soroti Konflik Tata Ruang Pembangunan
APBDP

Advertorial

Ketuk Palu Perubahan APBD 2025, Gubernur Al Haris Tuai Pujian

Advertorial

Upacara Penurunan Bendera Tutup Semarak HUT ke-80 RI di Kerinci
M Nasir Djamil

Internasional

DPR Nasir Djamil Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir Besar sebagai Bencana Nasional
PPPK Paruh Waktu Audensi Bersama DPRD

Daerah

DPRD Sungai Penuh Terima Aspirasi PPPK Paruh Waktu Terkait Insentif

Internasional

Penampilan Veda Pratama Dinanti di Moto3 Le Mans 2026, Berikut Jadwal Lengkapnya

Daerah

Wako Ahmadi Lantik 83 Orang Pengawas & Kepala Sekolah