Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Senin, 20 Juli 2026 - 15:06 WIB

Kepala BKN Tegaskan Jutaan Aparatur Mengabdi dalam Senyap

Jakarta,http://Eksisjambi.com  – Perdebatan mengenai kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi perhatian publik setelah Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, melontarkan kritik terhadap budaya kerja birokrasi dalam rapat kerja bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (15/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Rifqinizamy menyoroti masih lemahnya daya saing ASN dibandingkan sektor swasta. Menurutnya, reformasi birokrasi belum sepenuhnya menyentuh perubahan ekosistem digital maupun pola pikir sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.

“Coba kita pikirin deh di swasta orang bisa kompetitif kok pegawai negeri ASN enggak bisa kompetitif. Ekosistem digitalnya belum berubah, mentalitas sumber daya manusianya nggak berubah, masih ngabsen, pulang, ngopi, sore ngabsen lagi,” ujar Rifqinizamy.

Pernyataan tersebut langsung memicu perbincangan luas di media sosial. Sebagian masyarakat mendukung kritik tersebut sebagai bentuk dorongan agar reformasi birokrasi semakin cepat, sementara pihak lain menilai pernyataan itu tidak mencerminkan kondisi seluruh ASN yang bekerja di berbagai sektor pelayanan publik.

Baca Juga :  Perdalam Makrifat dan Pengenalan kepada Allah

Beberapa hari setelah kritik tersebut mencuat, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan pesan terbuka kepada seluruh ASN melalui akun resmi BKN pada Minggu (19/7/2026).

Dalam pesannya, Zudan mengajak seluruh aparatur negara untuk tetap menjaga semangat pengabdian meskipun banyak pekerjaan mereka tidak terlihat oleh masyarakat.

“Tak semua karya ASN disorot lampu panggung. Namun di ruang kelas yang sunyi, di balik meja pelayanan, di setiap laporan yang diteliti dengan saksama, di situlah denyut sebuah bangsa dijaga tetap hidup,” tulis Zudan.

Ia menegaskan bahwa pengabdian ASN hadir dalam berbagai bidang pelayanan, mulai dari pendidikan, kesehatan, penelitian, administrasi pemerintahan hingga penegakan ketertiban umum.

Menurut Zudan, saat ini terdapat sekitar 6,7 juta ASN di Indonesia yang menjalankan tugas sebagai guru, dosen, dokter, perawat, bidan, peneliti, penyuluh, Satpol PP, hingga berbagai profesi lain yang menjadi tulang punggung pelayanan publik.

Baca Juga :  Pemerintah Batasi Pembelian Pertalite dan Solar Mulai 1 April 2026

“6,7 juta ASN adalah 6,7 juta cara mencintai Indonesia,” lanjutnya.

Pesan tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi jutaan ASN yang setiap hari bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat, meski sebagian besar kontribusinya tidak selalu menjadi sorotan publik.

Perdebatan antara kritik terhadap budaya kerja birokrasi dan apresiasi terhadap dedikasi ASN menunjukkan bahwa reformasi birokrasi masih menjadi agenda penting pemerintah. Di satu sisi, peningkatan disiplin, profesionalisme, dan transformasi digital terus didorong.

Di sisi lain, pengakuan terhadap jutaan ASN yang bekerja dengan penuh tanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap pelayanan publik.*

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Adirozal Takjub dengan Kerja Anggota TMMD Kodim Kerinci

Advertorial

Bupati Tanjab Barat Bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Gelar HLM TPID

News

Bupati tanjab Barat Melepas Keberangkatan 171 Santri Ponpes Datuk Syekh Ismail Nagara
Presiden Prabowo Subianto

Daerah

Prabowo: Pengusaha Rakus Tidak Perlu Mengaku Kedaulatan Pemerintah

Bangko

Kerena Kinerjanya Sudah Terbukti Masyarakat Kec Lembah Masurai Bertekad Menangkan Nalim-Nilwan

Advertorial

Gubernur Alharis Tegaskan Gaya Hidup ASN Tidak Berlebihan

Daerah

Presiden Prabowo Setujui Penguatan Reformasi Polri, Kompolnas Akan Diperkuat

Advertorial

Gubernur Al Haris: Lewat Regulasi Pemerintah Akan Atur Illegal Drilling