Jakarta, http://Eksisjambi.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Muhammadiyah terkait pengelolaan dan pemulihan kawasan hutan di Indonesia.
Kerja sama tersebut mencakup sejumlah program strategis. Di antaranya rehabilitasi hutan dan lahan, pencegahan deforestasi, hingga pengembangan kawasan hutan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan sumber daya air berkelanjutan.
Selain Muhammadiyah, Aisyiyah juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kehutanan. Fokus kerja sama itu meliputi pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan kehutanan berbasis komunitas.
Pemerintah menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Langkah tersebut di nilai mampu memperluas gerakan pelestarian hutan hingga ke berbagai daerah.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen bangsa harus ikut terlibat agar pengelolaan hutan berjalan lebih baik dan berkelanjutan.
“Kolaborasi lintas organisasi di perlukan agar pengelolaan hutan lebih inklusif dan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Kerja sama ini di harapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan nasional. Selain itu, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadapi ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Sumber: Muhammadiyah**







