Home / Daerah / Internasional / Nasional / News

Selasa, 4 November 2025 - 19:05 WIB

Operasi Gabungan Hentikan Perambahan Habitat Gajah di Bentang Alam Seblat

Operasi Penyelamatan Gajah Sumatera

Operasi Penyelamatan Gajah Sumatera

Bengkulu – Upaya penyelamatan habitat Gajah Sumatera kembali digencarkan. Operasi gabungan di lakukan di kawasan Bentang Alam Seblat, Bengkulu, untuk menertibkan area yang di duga mengalami perambahan hutan secara ilegal.

Sedikitnya 18 personel dari Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkumhut), Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun langsung ke lapangan.

Dalam operasi ini, tim menemukan sejumlah titik pembukaan hutan baru.

Petugas kemudian memetakan lokasi, memasang papan larangan dan garis PPNS Line, serta memulai penyelidikan awal terhadap pihak-pihak yang di duga terlibat dalam aktivitas perambahan tersebut.

Baca Juga :  Kurs Dolar Tembus Rp17.500, Pelaku Usaha dan Masyarakat Mulai Waswas

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera menyebut, langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghentikan kerusakan hutan dan melindungi koridor penting bagi satwa liar, khususnya Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang kini berstatus terancam punah.

 “Bentang Alam Seblat adalah salah satu habitat alami terakhir Gajah Sumatera di Bengkulu. Jika kawasan ini rusak, maka kita kehilangan bagian penting dari sistem ekologis dan keseimbangan alam,” ujar seorang pejabat Gakkumhut di lokasi operasi, Selasa (4/11/2025).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan melestarikan hutan nasional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Antara Jusuf Kalla dan Lippo Group Berlanjut

Pendekatan yang di lakukan mencakup pencegahan dini, patroli rutin, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, hingga penegakan hukum tegas di lapangan.

Selain menjadi rumah bagi gajah, Bentang Alam Seblat juga berfungsi sebagai benteng penyangga iklim dan sumber air bagi masyarakat Bengkulu Utara dan sekitarnya.

 “Mari jaga Bentang Alam Seblat bukan hanya untuk gajah, tetapi juga untuk masa depan manusia yang bergantung pada hutan yang sehat,” ajak perwakilan TNKS.

Langkah ini di harapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis Seblat dan memutus rantai perambahan yang selama ini mengancam kelestarian satwa endemik Sumatera tersebut.(*)

Share :

Baca Juga

Scarborough Shoal

Internasional

Kapal Devon Bay Karam di Laut China Selatan, 2 Tewas dan 4 Hilang

Advertorial

Walikota Ahmadi Serahkan 799 SK PPPK Kota Sungai Penuh
ITS Kembangkan Bensin dari Sawit

Daerah

Peneliti ITS Kembangkan “Benwit”, Bensin Alternatif dari Kelapa Sawit 

Internasional

10 Menteri Keuangan Dunia Berkumpul Bahas Fiscal Exchange
Presiden Prabowo Subianto

Internasional

Prabowo Komitmen Tanam Dana Rp16 Triliun untuk Hutan Brasil, Indonesia Diingatkan Jaga Hutan Sendiri

Advertorial

Dinas Kominfo Kerinci Teken MOU dengan RRI Jambi

Advertorial

Bupati dan Wabup Dillah – MT Terpilih Sah, Ditetapkan KPU Tanjab Timur
Harga Emas Naik

Daerah

Harga Emas di Kerinci dan Sungai Penuh Tembus Rp5,1 Juta