KERINCI,http://Eksisjambi.com – Sungai besar di Danau Kerinci mengalami kesusutan sekitar 17 meter dari jarak ketepian. Ini fenomena langka, artinya jarang terjadi.
Alasannya, saat kondisi musim kemarau, sungai utama saluran keluarnya air danau Kerinci tidak membuat kesusutan hingga kering total, akan tetapi berbeda pada saat ini.
Kabar ini sontak menghebohkan masyarakat Kabupaten Kerinci, kesusutan air danau yang drastis, bahkan ramai menjadi sorotan di media sosial.
Dalam hal ini belum ada faktor yang di ungkapkan secara resmi dari Pemerintah Daerah tersebut melalui penelitian ilmiah resmi.
Hal ini termasuk fenomena langka, sebelumnya musim kemarau debit sungai itu tetap mengalir normal.
Warga bernama Wandi saat di konfirmasi mengatakan bahwa, belum ada kabar keluhan dari masyarakat. Soal mata pencaharian nelayan tentunya memiliki dampak.
“Ekosistem ikan berpengaruh, karena udah pada ke area utama Danau Kerinci. Kejadian ini pernah terjadi beberapa puluh tahun yang lalu sebelum masuknya perusahaan PLTA”ujarnya minggu 25/1/2025.
“Memang ini juga bisa mengurangi resiko banjir, jika di telaah apabila kondisi ini bertahan di musim hujan kecuali kemarau”tambahnya.
“Terkait dengan mata pencaharian nelayan, ya terganggu lah, karena walau bagaimanapun sebelumnya juga pernah mencari ikan disini”katanya.
“Intinya begini, berfikir positif, kalau kalau ada upaya lain dari pihak terkait. Sebenarnya ada dua sungai di Danau ini, yang kering mungkin lebih tinggi dari yang satunya, karena debit airnya masih tergolong normal karena aksesnya juga di gunakan oleh PLTA”ungkapnya.**







