Eksisjambi – Mikroalga baru-baru ini dikenal dengan kemampuannya menyerap karbon dioksida. CO2 akan diserap dan diproses melalui metabolisme yang melibatkan protein, lemak, dan karbohidrat dalam jumlah besar.
Selain itu, mikroalga mudah bertahan hidup di daerah berpolusi, suhu ekstrem, bahkan udara beracun. Potensi ini tentunya menarik untuk diteliti lebih lanjut agar bisa mengatasi masalah perubahan iklim di dunia.
Melihat peluang tersebut, Peneliti Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan teknologi Microforest berbasis mikroalga yang bisa menyerap karbon dioksida.
Microforest atau yang dapat disebut pohon cair microalgae, berbentuk kapsul berwarna hijau pekat, di dalamnya terdapat microalgae yang dapat berperan setara dengan 5 pohon berusia 15 tahun.
Microforest mampu menyerap polutan berupa CO2 di tempat terbuka, sekaligus memproduksi oksigen dan menjaga kualitas udara agar tetap segar.(*)







