Simeulue, Aceh – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6.6 mengguncang Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Kamis, 27 November 2025 pukul 11.56 WIB.
Getaran kuat dirasakan sangat signifikan di wilayah Sinabang dan sekitarnya, bahkan menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka.
Menurut informasi yang diterima, gempa dirasakan dengan intensitas MMI VI–VII di Sibigo, menandakan guncangan sangat kuat hingga membuat sebagian warga sulit berdiri. Sementara di Sinabang, intensitas mencapai MMI V, cukup kuat hingga membuat sebagian besar warga berhamburan keluar rumah.
Dampak terparah dialami pada kegiatan Pra Pekan Olahraga (Pra-Pora) IV Aceh yang sedang berlangsung di Gedung Serbaguna Simeulue. Sebanyak 11 atlet karate mengalami luka-luka setelah bagian atap dan struktur bangunan runtuh akibat guncangan kuat.
Seluruh korban telah dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Simeulue untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah korban mengalami luka robek, memar, hingga trauma akibat tertimpa material bangunan.
Pihak panitia Pra-Pora dan pemerintah daerah saat ini tengah melakukan pendataan lebih lanjut terkait kondisi para atlet serta memastikan keamanan lokasi kegiatan.
Selain gedung olahraga, salah satu bangunan yang mengalami kerusakan signifikan adalah Masjid Babussalam yang berada di Kampung Aie, Kecamatan Simeulue Tengah. Bagian dinding masjid mengalami retak besar.
Sementara sejumlah komponen bangunan lainnya turut mengalami kerusakan. Warga setempat melaporkan bahwa material bangunan banyak yang jatuh saat guncangan terjadi.
Aparat desa dan BPBD telah memasang garis pembatas untuk mencegah warga memasuki area berbahaya sambil menunggu proses pemeriksaan struktur bangunan.
Di beberapa titik lain di Kabupaten Simeulue, gempa turut menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta fasilitas umum. Data sementara BPBD menyebutkan sejumlah bangunan mengalami dinding retak, genteng berjatuhan, hingga pergeseran struktur.
Petugas gabungan saat ini masih melakukan asesmen untuk memastikan total dampak kerusakan.
Gempa M6.6 ini tidak hanya dirasakan di Simeulue, namun juga terasa di daratan Pulau Sumatra. Getaran dirasakan dengan skala:
MMI III–IV di Aceh Selatan
MMI III di Banda Aceh
MMI III di Subulussalam
MMI II di Medan
Banyak warga di wilayah tersebut melaporkan merasakan guncangan selama beberapa detik.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia, dengan mekanisme sesar naik (thrust fault). Mekanisme ini umum terjadi di wilayah barat Sumatra yang memang berada pada zona megathrust aktif.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan adanya potensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah Kabupaten Simeulue langsung menggelar rapat koordinasi darurat untuk mengevakuasi korban, mengamankan wilayah terdampak, serta menilai tingkat kerusakan. Tim BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan ke beberapa titik untuk melakukan penanganan cepat.(*)







