Gujarat, India, http://Eksisjambi.c9m – Dunia arkeologi kembali di guncang oleh penemuan mengejutkan. Tim ilmuwan India di laporkan menemukan reruntuhan kota bawah laut di Laut Arab, yang di perkirakan berusia lebih dari 12.000 tahun. Jika estimasi ini terbukti akurat, situs tersebut akan menjadi salah satu permukiman tertua yang pernah di temukan di Bumi, bahkan lebih tua dari peradaban Harappa maupun Piramida Mesir.
Reruntuhan kota itu di temukan pada kedalaman sekitar 40 meter di lepas pantai negara bagian Gujarat, India barat. Penemuan di lakukan melalui penelitian laut intensif menggunakan drone bawah air, sonar pemindaian, serta teknologi pemetaan dasar laut beresolusi tinggi.
Dari hasil pemindaian, para peneliti mengidentifikasi berbagai struktur yang mencolok, seperti platform berbentuk persegi panjang dan lingkaran dengan tingkat presisi tinggi, garis-garis lurus menyerupai jalan, serta formasi yang di duga sebagai alun-alun kota. Pola tata ruang tersebut di nilai tidak lazim untuk proses geologi alami.
Para ahli dari Institut Samudraografi Nasional India (National Institute of Oceanography/NIO) menegaskan bahwa struktur tersebut memiliki ciri-ciri buatan manusia. Tingkat simetri, geometri, serta keteraturan tata letaknya di nilai terlalu kompleks untuk terbentuk secara alami, sehingga menguatkan dugaan bahwa kawasan tersebut merupakan permukiman manusia purba.
Menurut para ilmuwan, kota kuno tersebut kemungkinan tenggelam akibat kenaikan permukaan laut yang terjadi setelah Zaman Es terakhir, sekitar 12.000 tahun lalu. Saat itu, mencairnya es di kutub menyebabkan permukaan laut global naik secara signifikan dan menenggelamkan wilayah pesisir purba.
Penemuan ini di nilai berpotensi mengubah pemahaman dunia tentang sejarah peradaban manusia, khususnya di kawasan Asia Selatan. Selama ini, peradaban tertua di wilayah tersebut umumnya di kaitkan dengan Lembah Indus atau Harappa yang berkembang sekitar 5.000 tahun lalu.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa penelitian lanjutan masih di perlukan, termasuk pengambilan sampel material, penanggalan karbon, serta analisis arkeologi mendalam, untuk memastikan usia dan fungsi sebenarnya dari struktur bawah laut tersebut.**







