dolar AS

Harga Emas Dunia Turun Rp19.723 pada Perdagangan 7 Juli 2026

Daerah | Selasa, 7 Jul 2026 - 12:25 WIB

Selasa, 7 Jul 2026 - 12:25 WIB

Harga emas turun Rp19.723 pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026 pukul 11.41 WIB. Harga emas dunia berada di level US$4.131,01 per troy ounce dengan kurs Rp17.985 per dolar AS.

Emas Melonjak Lebih dari 2 Persen Usai Kesepakatan Damai Sementara AS – Iran

Daerah | Senin, 15 Jun 2026 - 10:20 WIB

Senin, 15 Jun 2026 - 10:20 WIB

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara. Harga minyak turun, dolar melemah, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menurun.

Rupiah Menguat Tajam ke Rp18.051 per Dolar AS Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%

Daerah | Senin, 15 Jun 2026 - 09:34 WIB

Senin, 15 Jun 2026 - 09:34 WIB

Rupiah menguat tajam ke Rp18.051 per dolar AS setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini mendapat respons positif dari pasar dan memperkuat daya tarik aset rupiah.

Rupiah Melemah, Pengusaha Mulai Naikkan Harga Barang Secara Bertahap

Daerah | Senin, 18 Mei 2026 - 18:58 WIB

Senin, 18 Mei 2026 - 18:58 WIB

rupiah melemah, harga barang naik, pengusaha naikkan harga, dolar AS, Erwin Aksa, Kadin Indonesia, biaya produksi naik, industri impor, ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat

Harga Emas Melemah, Perak Sentuh Level Tinggi Usai Data Inflasi Produsen AS Menguat

Daerah | Kamis, 14 Mei 2026 - 15:32 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:32 WIB

Harga emas dunia melemah akibat data inflasi produsen AS yang melonjak, sementara harga perak menguat mendekati level US$90 per ounce.

Kurs Dolar Tembus Rp17.500, Pelaku Usaha dan Masyarakat Mulai Waswas

Daerah | Kamis, 14 Mei 2026 - 07:16 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:16 WIB

Kurs dolar AS tembus Rp17.500 dan membuat pelaku usaha serta masyarakat waswas. Pelemahan rupiah dipicu faktor global dan berdampak pada harga barang impor.

Bank Sentral Mulai Jual Cadangan Emas, Pasar Global Waspada

Internasional | Jumat, 24 Apr 2026 - 09:59 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 - 09:59 WIB

Bank sentral global mulai menjual cadangan emas, memicu tekanan harga dan meningkatkan volatilitas pasar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Harga Emas Tertekan, Berpotensi Catat Kerugian Mingguan Terburuk Sejak 1983

Daerah | Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:53 WIB

Sabtu, 21 Mar 2026 - 16:53 WIB

Harga emas global berpotensi mencatat kerugian mingguan terbesar sejak 1983 akibat ketegangan Timur Tengah, penguatan dolar AS, dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Rupiah Tembus Rp17.019 per Dolar AS, Rekor Pelemahan Baru

Daerah | Senin, 9 Mar 2026 - 18:00 WIB

Senin, 9 Mar 2026 - 18:00 WIB

Rupiah melemah ke Rp17.019 per dolar AS pada 9 Maret 2026, melampaui rekor saat pandemi Covid-19 dan krisis moneter 1998. Analis memprediksi rupiah masih fluktuatif sepanjang pekan ini.

Rupiah Mulai Menguat, Jauh dari Ancaman Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Internasional | Selasa, 27 Jan 2026 - 15:17 WIB

Selasa, 27 Jan 2026 - 15:17 WIB

“Fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat,” tegas Purbaya dalam pernyataannya.

Komisi XI DPR Soroti Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS

Daerah | Senin, 26 Jan 2026 - 19:06 WIB

Senin, 26 Jan 2026 - 19:06 WIB

“Pelemahan rupiah ini harus dicermati secara serius. Fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya masih cukup baik, inflasi terkendali, dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Artinya, ada faktor lain, termasuk sentimen pasar, yang perlu direspons dengan tepat,” ujar salah satu anggota Komisi XI DPR RI dalam keterangannya

The Fed Pangkas Suku Bunga, Pasar Bersiap Hadapi Gejolak

Internasional | Senin, 1 Des 2025 - 15:42 WIB

Senin, 1 Des 2025 - 15:42 WIB

Langkah ini memicu reaksi cepat dari pelaku pasar, mengingat kebijakan moneter The Fed kerap menjadi katalis utama pergerakan aset seperti saham, forex, hingga komoditas.

Pertama Kalinya Cadangan Emas Bank Sentral Dunia Kalahkan Surat Utang AS

Internasional | Sabtu, 11 Okt 2025 - 09:59 WIB

Sabtu, 11 Okt 2025 - 09:59 WIB

Kenaikan kepemilikan emas menunjukkan bahwa banyak negara mulai mempersiapkan diri menghadapi potensi melemahnya dominasi dolar AS, baik karena inflasi, defisit fiskal Amerika yang terus melebar, maupun meningkatnya ketegangan geopolitik.