http://Eksisjambi.com – Pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung terus bergerak menuju garis akhir. Ruas strategis yang menjadi bagian dari Tol Kayuagung–Palembang–Betung (Kapaltung) ini di targetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026, sekaligus menjadi solusi penting bagi kelancaran arus transportasi lintas provinsi di Sumatera Selatan.
Hingga penghujung 2025, progres fisik proyek sepanjang 70,19 kilometer tersebut telah melampaui 85 persen. Capaian ini menandai keseriusan pemerintah dan pengelola dalam mempercepat penyelesaian infrastruktur yang di nilai krusial bagi mobilitas dan distribusi logistik regional.
Dengan beroperasinya tol ini nantinya, kendaraan dari arah Lampung menuju Jambi tidak lagi harus keluar di Tol Kramasan lalu melintasi pusat Kota Palembang. Sebaliknya, arus lalu lintas akan langsung terhubung melalui jalur tol, sehingga kepadatan di ruas perkotaan dan jalan arteri yang selama ini menjadi titik macet dapat di tekan secara signifikan.
Selain itu, konektivitas antar-ruas semakin di perkuat oleh keberadaan Jembatan Musi V yang kini hampir rampung. Jembatan ini akan menghubungkan langsung Tol Palembang–Betung dengan ruas Kayuagung–Palembang, memungkinkan kendaraan antardaerah melintas lebih lancar tanpa membebani jaringan jalan dalam kota.
Tak hanya mengurai kemacetan, tol ini juga memangkas waktu tempuh perjalanan Palembang–Betung secara drastis. Jika sebelumnya perjalanan darat bisa memakan waktu hingga tiga jam, kehadiran tol akan memangkasnya menjadi sekitar satu jam saja. Efisiensi tersebut di harapkan mendorong produktivitas, mempercepat arus barang, serta mendukung sektor industri dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Secara teknis, pembangunan Tol Palembang–Betung terbagi ke dalam tiga seksi. Seksi 1 Palembang–Rengas membentang sepanjang 22,50 kilometer, Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer, dan Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 kilometer. Saat ini, pekerjaan konstruksi di fokuskan pada Seksi 2 dan Seksi 3 agar seluruh jalur dapat segera terhubung secara menyeluruh.
Sebagai langkah awal menuju pengoperasian penuh, pengelola sempat membuka ruas Musilandas–Pulau Rimau di Seksi 2 secara terbatas dan tanpa tarif bagi kendaraan golongan I selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Uji coba ini terbukti efektif membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Lintas Timur Sumatera.
Ke depan, kehadiran Tol Palembang–Betung di harapkan tidak hanya mempercepat perjalanan, tetapi juga mengubah pola transportasi regional menjadi lebih efisien, aman, dan terintegrasi.**







