Home / Nasional / Nasional / News

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:45 WIB

Ketua Komisi II DPR RI Dorong Relaksasi Batas Belanja Pegawai dan Dukungan APBN untuk PPPK Daerah

Oplus_131072

Oplus_131072

JAKARTA,http://Eksisjambi.com  –  Ketua Rifqinizamy Karsayuda mendorong pemerintah untuk memberikan relaksasi terhadap aturan pembatasan belanja pegawai daerah yang maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat banyak pemerintah daerah saat ini menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat.

Menurut Rifqinizamy, berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat serta meningkatnya beban pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah mempersempit ruang fiskal daerah.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
Ia menilai kebijakan pembatasan belanja pegawai perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga :  ASN Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Kota Sungai Penuh

Sejumlah daerah masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan anggaran pegawai, terutama setelah adanya penambahan PPPK di berbagai sektor strategis.

Selain mendorong relaksasi aturan, Ketua Komisi II DPR RI juga mengusulkan agar pembiayaan PPPK daerah, khususnya untuk guru, tenaga kependidikan, dan tenaga kesehatan, mendapatkan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat akan membantu menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus memastikan kesejahteraan aparatur tetap terjaga. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat lebih fokus menjalankan program pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  UPDATE Bibit Siklon 93S Berpeluang Jadi Siklon Baru, Warga Selatan Jawa - Nusa Tenggara Diminta Waspada

“Tujuannya agar daerah tidak terbebani secara berlebihan, ASN dan PPPK tetap sejahtera, serta pelayanan publik kepada masyarakat dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Rifqinizamy menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu hanya karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang berpihak kepada pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga kebutuhan pelayanan dasar tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kesehatan fiskal daerah.

Usulan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan keuangan daerah ke depan, terutama di tengah tantangan pembiayaan pegawai yang terus meningkat dan kebutuhan pelayanan publik yang semakin besar.**

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Kerinci Adirozal Tutup Kegiatan UPSK
Kopi Telur Kerinci

Daerah

Festival Budaya Kerinci 2026 Hadirkan Lomba Kopi Telur
Gagal Tanam

Daerah

Cuaca Tak Menentu, Ratusan Hektare Sawah di Kumun Debai Gagal Tanam Petani Minta Buatkan Pintu Air

Daerah

Kode Redeem MLBB Terbaru 26 Mei 2026, Buruan Klaim Sebelum Hangus
harga iPhone naik, iPhone 15, iPhone 16, iPhone 14, iPhone Indonesia, harga HP terbaru, teknologi 2026, rupiah melemah, Apple Indonesia

Daerah

Harga iPhone di Indonesia Naik hingga Rp2 Juta
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030

Daerah

Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 
Kopi rakyat LBH Padang

Daerah

Kopi Rakyat LBH Padang, Usaha Sosial Dukung Pembiayaan Bantuan Hukum

Daerah

Program Peningkatan SDM Walikota Ahmadi, Makin Di Hati Masyarakat